Kamis, Juni 4, 2026
spot_img

DIKSI UPDATE

Dompet Pengurus PMI Jember Makin Tebal Gaji Naik 100 Persen, Pegawai Rendahan Hanya Rp 30 Ribu

Diksi.co.id, Jember | Efisiensi anggaran di PMI Cabang Jember diduga hanya modus untuk menutupi agenda tersembunyi. Isu pengetatan anggaran justru merugikan pelayanan kepada masyarakat namun menguntungkan isi kantong pengurus.

Sebagai bukti, berdalih besarnya biaya operasional di Klinik Pratama PMI Jember, Jubung tak sebanding pemasukannya, pengurus menutup klinik tersebut. Padahal klinik yang dibangun dengan anggaran miliaran tersebut rencananya sebagai cikal bakal rumah sakit.

Tidak hanya itu layanan sosial kemanusiaan yang selama ini memberikan manfaat untuk masyarakat, seperti ambulans jenazah dan fogging gratis, malah telah dihentikan.

Pengetatan ikat pinggang justru tak terjadi bagi kepentingan’cuan’ pengurus. M Thamrin malah menaikkan tunjangan, gaji bagi pengurus dan pegawai.

Tak tanggung-tanggung, gaji pengurus diperkirakan naik lebih dari 100 persen dari sebelumnya. Sementara itu, kenaikan gaji pegawai hanya kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu bagi yang memegang jabatan.

M Thamrin dinilai telah merusak PMI dan relawan dari dalam.(diksi.co.id/guh/ary)

Kenaikan gaji itu dilakukan sejak sejak Januari 2025. Besarnya kenaikan gaji sangat siginifikan untuk pengurus dan puluhan pegawai PMI Cabang Jember serta pegawai di Unit Donor Darah (UDD) maupun di Klinik Pratama.

Meski kecil dan terkesan tidak adil, kenaikan gaji pegawai tetap disyukuri oleh para pegawai.

“Saya syukuri saja meski kenaikan sangat banyak yaitu Rp 35 ribu,” kata salah seorang pegawai yang minta namanya dirahasiakan, Kamis (17/07/2024).

Dia juga menyatakan, kenaikan gaji pegawai tidak sama. Ada yang sama ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain.

Dia mengaku tidak ada penjelasan dari pengurus PMI Cabang Jember. Pengurus tidak transparan kepada para pegawai.

“Kami bisanya hanya menerima keputusan pengurus. Setahu saya tiap tahun memang ada kenaikan gaji untuk menyesuaikan inflasi tetapi selama saya di PMI jarang ada kenaikan gaji,” ujarnya.

Sementara itu bagi pengamat kebijakan publik Aep Ganda Permana, tingginya kenaikan gaji membuktikan Thamrin dan jajarannya hanya mengejar keuntungan pribadi.

“Informasi yang saya terima kenaikan gaji dan tunjangan antara jajaran pengurus sangat njomplang jauh dari keadilan. Pengurus naik 100 persen, pagawai hanya 35 ribu hingga seratus ribuan,” kata Aep, Kamis (17/7/2025).

Aep menambahkan jajaran pengurus sangat nyaman, karena mereka tidak perlu berpikir dan kerja keras namun cuan mengalir deras

“Saya yakin yang kerja keras setiap hari adalah para pegawai. Sedangkan para pengurus kerjanya sangat santai. Bahkan informasi yang saya terima ada yang ngantor sebulan sekali saat terima gaji saja. Kerjone ga bener, bayaran njaluk mundak (kerjanya tidak benar, gaji minta dinaikan, luput,” tambah Aep.

Banyaknya borok yang terungkap ke publik, Aep kemudian memberi solusi. Salah satunya adalah dengan mengganti Ketua PMI Jember saat ini M Thamrin.

“Biang keroknya itu Si Thamrin, makanya dia harus diganti dulu. Bila Thamrin diganti saya yakin satu masalah terselesaikan,” pungkasnya.(guh/ary)

Latest Posts

spot_img
spot_img

DIKSI POPULER