Diksi.co.id, Jember | Pemerhati kebijakan publik Aep Ganda Permana mengaku ikut memantau isu yang beredar terkait berkurangnya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Awalnya dirinya tergelitik banyaknya pernyataan tokoh dan politisi yang mengkritisi kebijakan Bupati Fawait.
Bahkan ada pernyataan yang menyebut Fawait telah melawan pemerintah pusat.
Namun setelah dirinya melakukan penelusuran dan mengumpulkan data, Aep menilai kebijakan Bupati Fawait terkait LP2B tidak ada yang berlawanan dengan pemerintah pusat. Pasalnya dirinya juga mencari tahu kebenaran data dan informasi yang beredar.
“Kita fair sajalah kalau memang kebijakan pemerintah Gus Fawait salah ya kita kritisi. Sangat tidak mungkin dia melawan arahan Presiden Prabowo yang juga ketua umum partainya. Dari data yang saya terima memang isu yang beredar tidak benar,” ujarnya saat di konfirmasi Kamis (28/8/2025).
Aep juga mengaku dirinya tergelitik dengan gerakan yang dilakukan salah satu politisi.
Salah satu pihak yang melakukan kritik isu berkurangnya LP2B adalah Jumantoro. Jumantoro memang dikenal sebagai politisi yang juga seorang pemilik distributor pupuk bersubsidi Jamantara.
“Apa yang dilakukan Jumantoro adalah gerakan politis pribadi, tidak murni untuk memperjuangkan aspirasi petani. Kita semua tahulah siapa dia,” katanya sambil tertawa.
Di berbagai platform pemberitaan Jumantoro yang mengaku sebagai Ketua Forum Petani Jember menilai keputusan tersebut mengancam kedaulatan pangan. Bahkan bersama beberapa pendukungnya, mantan caleg DPRD pada Pileg 2024 itu mendatangi DPRD Jember.
“Jika lahan produktif dihapus, bukan hanya petani yang rugi. Buruh tani juga akan kehilangan pekerjaan, sementara biaya penganggaran akan semakin membengkak,” katanya usai rapat dengar pendapat dengan DPRD Jember, (20/8/2025).
Bahkan Bupati Fawait ditudingnya telah melawan arahan pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat bilangnya mau menambah lahan produktif. Kok di Jember malah mau dihapus lahan produktifnya. Tentu ini sangat merugikan petani,” katanya.
Dalam berita sebelumnya Bupati Fawait telah membantah adanya pengurangan lahan berstatus LP2B. Bukannya berkurang justru ada penambahan lahan di seluruh wilayah Kabupaten Jember dan 3 kecamatan kota.(guh/ary)



