Diksi.co.id Banyuwangi – Rayakan tahun baru 2026, ratusan ribu wisatawan dari Banyuwangi dan luar Banyuwangi kunjungi destinasi wisata Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Kamis (1/1/2026).
Di destinasi wisata ini, menyuguhkan pemandangan alam yang sangat asri, hawanya sejuk, dengan aliran sungainya tidak begitu deras, dan sangat dangkal sangat cocok untuk mandi dan bermain air bagi anak-anak kecil dihiasi panorama hutan pinus yang berada dibibir sungai menambah cantik panorama alam yang berada di destinasi wisata tersebut.

Agar wisatawan bisa bermalam di destinasi wisata tersebut, pengelola menyewakan tenda dengan harga sewa Rp50 ribu.
Salah satu pengunjung wisata alam, Achmadi warga Surabaya mengaku sangat senang berkunjung di tempat wisata ini.
“Saya sangat bangga tempat wisata yang ada di Banyuwangi. Memang, Banyuwangi kaya akan tempat wisata, saya sangat bangga,” kata Achmadi di sela-sela mendampingi anaknya bermain air.
Achmadi mengaku, dirinya datang ke Banyuwangi lima hari lalu. Selama di Banyuwangi dirinya banyak mengunjungi tempat wisata, diantaranya Pulau Merah, Kawah Ijen, Pantai Pancur, dan pantai Mustika.
“Gak ada bosan-bosannya saya. Tempat wisatanya sangat indah dan bagus-bagus, liburan selama satu minggu ini, saya bersama keluarga dirasa sangat kurang, masih banyak tempat wisata yang belum saya kunjungagi,”katanya.
Padahal, agenda pada masa liburan ini, Banyuwangi bukan pilihan. Pilihan utama adalah pulau Bali. Namun, sesampainya di Kabupaten Banyuwangi, dirinya mulai berpikir, dan memutuskan berlibur di Banyuwangi. Apalagi setelah
mengunjungi Pulau Merah.
“Di Pulau Merah itulah, saya mendapat informasi jika di Banyuwangi banyak tempat wisata yang gak kalah dengan Pulau Bali, mulai wisata pantai, wisata alam, dan wisata bernuansa perkebunan,” terangnya.
“Jujur mas, saya baru kali ini berwisata di Banyuwangi,” tambahnya.
Setelah melihat panorama alam yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Achmadi mengaku tidak rugi mengurungkan berlibur ke pulau dewata. Menurutnya, destinasi wisata yang ada di Banyuwangi tidak kalah dengan destinasi wisata yang ada di pulau Bali.
“Jujur, saya tidak menyesal menggagalkan rencana liburan di Bali. Destinasi wisata yang ada di Banyuwangi sudah membayarnya,” ucapnya.
Selain destinasi wisata alam, kuliner yang ada di Banyuwangi juga tidak kalah nikmatnya, kuliner khas kabupaten berjuluk Sun Rise of Java ini benar-benar mampu memanjakan lidah penikmat jajanan atau makanan. Apalagi harga kulinernya tidak membikin kantong jebol.
“Saya akui, kuliner di Banyuwangi itu gak ada bosannya, semuanya nikmat, dan lezat, saya bersama keluarga sudah mencicipinya, mulai rujak soto, soto rawon, pecel rawon, pecel pitik, pokoknya banyak ragamnya, saya benar-benar puas. Apalagi harganya sangat murah,” ungkapnya.
Achmadi bersama keluarga bakal kembali berkunjung ke Banyuwangi. Sebab waktu satu minggu itu belum tuntas mengunjungi tempat wisata yang ada di Banyuwangi.
“Liburan lebaran nanti, saya bersama keluarga sudah menagendakan datang lagi ke Banyuwangi, soalnya saya masih belum berkunjung di beberapa destinasi wisata yang ada di Banyuwangi,” pungkasnya.
Dari pantauan Diksi.co.id pada pukul 13.00 siang, kendaraan roda empat berplat luar Banyuwangi masih berdatangan, seperti plat B, plat AG, plat AD, plat DK, plat D, plat N, plat L dan lain sebagainya masih berdatangan bahkan terjadi macet hingga dua kilometer. (Lin)



