Diksi.co.id, Jember | Traffic light atau warga masyarakat banyak yang nyebut lampu merah. ada pula di daerah lain diberi nama lampu Bangjo lampu abang ijo adalah salah satu piranti penting di jalan.
Bangjo adalah salah satu alat pemberi isyrat lalu lintas biasanya terpasang di persimpangan lalu lintas seperti pertigaan, perempatan atau lebih.
Nyala ketiga lampu merah, kuning, hijau memberi isyarat dan memiliki arti arti bagi pengguna jalan atau lalu lintas.
Kepatuhan pengguna jalan mematuhi isyarat lampu merah bisa membuat lalu lintas lancar dan keselamatan di jalan bisa terjaga.
Namun sering kali ada saja yang mengganggu Bangjo. Masih ada saja warga yang berperilaku seolah tidak mengerti fungsi dari traffic light.
Mereka seenaknya memasang sesuatu yang menggangu fungsi dan keberadaan lampu merah. Seperti menempeli dengan stiker, banner, spanduk dari iklan badut, sosialisasi bacaleg, partai, hingga terapi penambah ukuran bagian tubuh tertentu.
Para pemasang reklame itu sengaja memilih lampu merah karena letaknya yang strategis.
Sekali pasang reklame itu bisa ditonton semua orang yang melintas. Namun mereka lupa, selain berpotensi mengganggu fungsi namun juga mengganggu keindahan kota.
Untuk mengembalikan kondisi dan fungai Bangjo menjadi lebih bersih dan indah, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Jember bidang lalu lintas secara reguler rajin membersihkan titik-titik traffic light
“Kita rutin bersih-bersih Alat Pemberi

Isyarat Lalulintas aliyas APILL aliyas traffic light aliyas lampu merah aliyas lampu bangjo, agar dapat senantiasa berfungsi dengan baik,” kata Kabid Lalu lintas Erwin Prasetyo, Jumat (17/2/2023).
Menurut Erwin, ada 5 titik Banjo yang dibersihkan oleh petugasnya.
“Kemarin di wilayah Kecamatan Patrang dan Kaliwates, ada 5 titik,” lanjutnya.
Erwin mengungkapkan kesadaran menjaga keberadaan dan fungai banjo pada masyarakat masih kurang.”Terbukti di
beberapa lokasi, tiang lampu ” bangjo” ini tetap saja ada yg sengaja menggunakannya sebagai tempat promosi, baik dengan diitempel, dilem, dikawat, maupun dicantolkan,” ungkapnya.
Kondisi ini disebutnya sangat mengganggu fungsi traffic light
“Mengganggu? tentulah,” sebutnya.
Lebih jauh demi keselamatan bersama, Erwin mengimbau agar semua pihak ikut menjaga fungsi dan kebersihan bangjo.
“Lampu merah ini vital loh bagi kelancaran berlalu lintas. Jangan sampai karena ulah ‘sak karepe dewe’ pengguna jalan menjadi korban kecelakan,” katanya.
“Jadi, bagi yg masih memasang alat promosi dengan cara-cara seperti ini, janganlah diterus-teruskan malu,” imbaunya.(rc)



