Kamis, Juni 4, 2026
spot_img

DIKSI UPDATE

Begal Politik Merobohkan Tiang Demokrasi di Banyuwangi?

Diksi co.id, Banyuwangi | Penyelenggaraan Pilkada serentak pada 27 November 2024 semakin mendekati. Seperti diketahui, sudah 15 tahun Abdullah Azwar Anas dan istrinya, Ipuk Fiestiandani berkuasa memimpin Kabupaten Banyuwangi.

Dari hasil analisa salah seorang pegiat sosial, M. Amrullah, yang disampaikan ke awak media, entah apa yang ada di benak pikiran petahana, sepertinya mereka masih sangat berambisi mempertahankan kekuasaannya.

“Padahal salah satu lembaga survei menyebut, elektabilitas Bupati Ipuk di Bulan Juni 2024 hanya sekitar 34 persen,” terang Amrullah, Jum’at (19/7/2024).

Menurut Amrullah, angka tersebut yang sangat buruk bagi seorang Petahana yang memiliki jaring kekuasaan.

Ditegaskan, hasil survei itu membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat Banyuwangi terhadap pemerintahan istri Menpan RB itu sangat rendah. Alias lampu kuning dan nyaris merah.

Rendahnya kepercayaan rakyat Banyuwangi kepada Bupati Ipuk tidak membuatnya sadar diri. Petahana justru semakin gelap mata dan melakukan berbagai cara, entah itu etis atau tidak.

“Hal itu dilakukan agar kembali menang dalam Pilkada mendatang,” ujarnya.

Pegiat sosial, M. Amrullah, serukan anti begal politik pada Pilkada serentak 2024 di Bumi Blambangan, Jum’at (19/7/2024)(Diksi.co.id).

Lebih lanjut Amrullah memaparkan, bahwa salah satu yang paling santer terdengar adalah munculnya isu ‘Begal Politik’ yang dilakukan Petahana terhadap lawan-lawan politiknya.

Ipuk, yang notabene adalah kader PDI Perjuangan, secara lugas mampu mengobrak abrik tatanan partai-partai politik tingkat pusat.

“Bayangkan, partai sekelas Gerindra saja konon katanya akan memberikan rekom kepada Ipuk untuk mencalonkan diri,” tandas Amrullah.

Strategi ‘Begal Politik’ yang dilakukan petahana mampu meruntuhkan semuanya.

Nasdem, telah menjatuhkan rekom kepada Ipuk. Mungkinkah partai-partai besar lainnya pada akhirnya juga tidak tahan terhadap godaan yang diberikan oleh Anas dan istrinya.

Akankah mimpi rakyat Banyuwangi terhadap proses demokrasi yang jujur dan etis, ibaratnya hampir terkubur oleh ‘Jegal Politik’ petahana.

“Tinggal nanti bagaimana keteguhan hati petinggi PKB dan Demokrat,” cetusnya.

Mereka punya kader yang mampu bertarung di Pilkada dan mungkin bisa saja menjungkalkan Ipuk dari kursi empuk kekuasaan.

PKB punya Gus Makki dan Demokrat Punya Michael.

Tapi, tanpa gerakan dan desakan masyarakat untuk menjaga marwah demokrasi di Bumi Blambangan, bukan tak mungkin aksi begal politik akan menyusup ke dua partai tersebut.

Oleh karena itu, ayo bergerak. Ayo Rakyat Blambangan, kita lawan aksi begal politik petahana.

“Ayo kita gelorakan syair lagu Umbul-umbul Blambangan, ‘Kang sopo-sopo baen arep nyacak ngerusak, sun belani sun depani lan sun labuhi!’,” tutup M. Amrullah. (Kur).

 

Latest Posts

spot_img
spot_img

DIKSI POPULER