Diksi.co.id, Jember | Petugas Dinas Tenaga Kerja Disnaker Jember berhasil menyelamatkan human trafficking atau perdagangan manusia.
Upaya penyelamatan ini berawal dari informasi yang didapat dari BP2 MI Surabaya. Dikabarkan ada 2 orang warga asal Nusa Tenggara Timur yang akan dikirim ke Negara Malaysia.
Mendapat informasi tersebut pihak Disnaker Jember bersama SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia) langsung bertindak cepat untuk menjemput dua korban calon pekerja tersebut di salah satu lokasi di Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Rabu malam (01/03/2023).
Untuk mengamankan proses penyelamatan, petugas Polsek Kencong dilibatkan oleh tim dari Disnaker Jember dan SBMI.
Mereka mendatangi salah satu rumah warga yang diduga sebagai tempat penampungan dua tenaga kerja itu.
Ridha Herawati selaku Sub Koordinator Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Disnas Tenaga kerja Kabupaten Jember saat di temui awak media menjelaskan awal mula terungkapnya upaya perdagangan manusia atau human traficking tersebut.
“Kta mendapat informasi dari BP2 MI surabaya mulanya ada satu warga NTT di wilayah desa Kencong, lalu kami koordinasi dengan Camat Kencong, SBMI dan Polsek Kencong untuk menelusuri keberadaan mereka,” jelasnya.
Setelah ditelusuri, kedua korban bisa diselamatkan masing-masing bernama Maria Ebe Hayon asal desa Konga Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Penyemangat dua orang perempuan korban dugaan perdagangan manusia berasal dari Flores NTT yang akan dikirim oleh warga Kecamatan Kencong, Jember (1/3/2023).(diksi.co.id/ron)Korban ditemukan di rumah seorang bernama Aryo Sukamto, warga Dusun Wunguan, Desa Kencong. Aryo diduga agen perdagangan manusia.
“Setelah kita temukan ternyata ada satu lagi atas nama Yosefina Pega Wutun asal desa Lerek , Kecamatan Atadei, NTT, jadi ada dua orang yang di rumah tersebut,” kata Ridha.
“Saat ini kita sedang mediasi untuk membujuk kedua orang tersebut agar mau kita bawa ke Lipposos selanjutnya kita pulangkan ke rumah masing masing,” terang Rida.
Lebih lanjut, Ridha mengimbau agar masyarakat datang ke Dinas Tenaga Kerja untuk mendapatkan informasi sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
“Kami menghimbau kepada masyarakat apabila ingin bekerja keluar Negeri sebaiknya lewat jalur yang resmi atau Legal harus melalui Dinas Tenaga Kerja,” imbaunya.
Sementara menurut pengakuan kedua korban, rencananya mereka akan diberangkatkandalam dua hari kedepan menuju negara Malaysia.
Sementara itu menurut Muhammad Irfan Yunus selaku Kasun dusun Wunguan Desa Kencong mengatakan pihaknya tidak mengira ada warganya yang menjadi agen perdagangan manusia.
“Saya sempat terkejut bawasanya ada warga dari NTT, sedangkan pemilik rumah sendiri (Aryo) tidak pernah laporan, informasinya mereka sudah 15 hari ini korban berada disini memang keluarga ini tertutup selama ini,” katanya.(ron/rc)



