Diksi.co.id, Jember | Sejak Dr. H. Mohammad Thamrin, S.E., M.M. menjabat sebagai Ketua PMI Cabang Kabupaten Jember, kualitas pelayanan lembaga tersebut kepada para relawan dan pendonor darah terus memburuk. Salah satunya souvenir atau bingkisan snack yang diterima setiap pendonor yang sudah donor darah.
Sebuah paket suvenir murahan telah disediakan untuk pendonor darah. Kenapa disebut murahan, harga souvenir bener-bener murah bahkan mengalami penurunan dari semula senilai Rp 15 ribuan kini hanya Rp 12 ribu saja.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi saat harga darah Rp 360 ribu. Saat itu nilai barang yang diterima pendonor itu kisaran Rp 15 Ribu. Kini ketika harga naik menjadi Rp 490 ribu tetapi souvenir harganya malah menjadi kisaran Rp 12 ribu berupa minuman mereka Isoplus, makanan ringan dan susu bear brand.
“Menurut saya souvenir saat ini kurang pantas dan kurang memuasan bagi pendonor,” ungkap Widianto, salah satu pendonor aktif di PMI Cabang Jember kepada wartawan media ini.

Penurunan harga ini dianggapnya bukan bagian dari upaya efisiensi pengadaan suvenir oleh PMI Kabupaten Jember untuk mendukung program donor darah. “Hal ini jelas akan mengurangi motivasi pendonor,” ujarnya. Sebab, itu dianggap kurang mengapresiasi terhadap para pendonor yang berkontribusi penting dalam menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat sekitar.
Meskipun detail alasan langsung dari kebijakan ini belum dipublikasikan secara resmi, perubahan ini beriringan dengan berbagai inovasi negatif dan penyesuaian layanan PMI Jember di bawah kepemimpinan M. Thamrin. Alasannya Pengurus PMI sedang melaksanakan efisiensi tetapi realitasnya gaji untuk pengurus malah naik 100 persen dari sebelumnya.
PMI Jember aktif melakukan berbagai kegiatan donor darah dan memberikan suvenir sebagai bentuk apresiasi kepada pendonor, seperti di momen khusus yang tercatat pada Mei dan Juni 2025, di mana para pendonor mendapatkan suvenir untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam penyediaan darah bagi yang membutuhkan.
Aep Ganda Permana, pengamat kebijakan public Jember mengkritik keras downgrade pelayanan PMI Cabang jember sejak dipimpin M Tamrin. “Ini sudah keterlaluan, pelayanan dihampir semua aspek menurun. Kali ini souvenir atau bingkisan snack donor untuk pahlawan kemanusiaan para pendonor darah tidak pantas. Coba bandingkan satu pendonor itu bisa menyumbangkan Rp 490 ribu tetapi hanya dapat souvenir Rp 15 ribu saja,” ungkap Aep.(guh/ary)



