Kamis, Juni 4, 2026
spot_img

DIKSI UPDATE

Tanggap Bencana Dan Orang Sakit, Kader DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Harus Jemput Bola

Diksi.co.id Banyuwangi – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar workshop dengan tema “Pengembangan Relawan Pendamping Kesehatan dan Kebencanaan” diikuti ratusan dari 25 pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Banyuwangi, bertempat di Ballroom Hotel Kokoon, Jum’at (19/12/2025)

Wakil Ketua Bidang Kelautan dan Pertanian, Heksa Sudarmadi mewakili Ketua DPC PDI Perjuangan, I Made Cahyana Negara membuka acara workshop. Dalam sambutannya, Heksa menekankan agar peserta workshop lebih peduli terhadap warga miskin yang membutuhkan bantuan. Begitu juga jika terjadi bencana, harus tanggap dan membantu warga yang terdampak.

Foto : Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Selamet Utomo saat memberi sambutan diacara workshop, pada Jum’at (19/12/2025) (Diksi.co.id/Pra)

“Kita jangan sampai berpangku tangan jika mengetahui ada warga miskin yang membutuhkan bantuan. Jika ada warga yang sakit, membutuhkan bantuan kita. Kita wajid mendampingi,” himbau Heksa.

Begitu juga, kata Heksa jika terjadi bencana alam, sebagai Kader PDI Perjuangan harus peduli, dan membantu sesamanya.

“Apalagi, saat ini musim penghujan, jika terjadi banjir atau bencana alam, jangan berpangku tangan, bantu masyarakat yang terdampak, lakukan yang terbaik, demi kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara, Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Selamet Utomo menegaskan sebagai kader PDI Perjuangan harus jemput bola, lakukan pendampingan masyarakat yang membutuhkan bantuan atau pertolongan.

“Jika mendengar ada orang sakit atau terkena bencana langsung datangi, kita harus jemput bola, jangan menunggu dipanggil,” tegas Selamet Utomo.

Dalam melakukan pendampingan, Selamet Utomo, sambung Selamet Utomo harus sesuai SOP, untuk warga miskin yang tidak memiliki BPJS Kesehatan langsung dibawa ke RSUD Blambangan atau RSUD Genteng, jangan dibawa rumah sakit swasta, karena nanti akan terkendala administrasi.

“Untuk melakukan pendampingan warga miskin yang sakit, dan tidak memiliki BPJS Kesehatan, kita harus melakukan pendekatan dengan Desa yang bersangkutan, sehingga warga tersebut segera ditangani oleh tenaga medis. Kalau dibawa ke RS Swasta jelas terkena biaya,” jelasnya.

Begitu juga dengan warga yang terdampak bencana alam, kader PDI Perjuangan harus yang terdepan dalam membantu masyarakat yang terdampak.

“Kita harus membantu tim SAR atau petugas, kita harus saling bahu-membahu dengan tim yang ada di lokasi bencana, sehingga evakuasi cepat tertangani,”tandasnya.

Selamet Utomo menambahkan, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, Kader PDI Perjuangan selain membantu mengevakuasi korban, juga bisa membuka posko, baik itu posko kesehatan maupun membuka dapur umum.

“Ayo kita peduli dengan masyarakat kecil. Ingat kita harus jemput bola, bantu warga miskin, agar masyarakat tahu PDI Perjuangan peduli dengan masyarakat kecil,”ucapnya.

Menurut Selamet Utomo, sebagai relawan jangan setengah-setengah, bantulah warga yang membutuhkan. Tunjukkan kepada masyarakat jika PDI Perjuangan itu peduli dengan masyarakat kecil yang membutuhkan pertolongan.

“Kalau ada orang sakit membutuhkan bantuan, langsung gerak cepat, begitu juga jika terjadi bencana alam, langsung bergerak, bantu warga yang terdempak,” pungkasnya.

Workshop ini, menghadirkan dua narasumber, yakni Abdul Sahit dari Dinas Sosial, dan Danang Hartanto dari BPBD Kabupaten Banyuwangi.

Workshop yang digelar DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, dan dihadiri ratusan kader tersebut, menghadirkan dua nara yang sangat kompeten dibidangnya, mereka adalah Abdul Sahid dari Dinsos, dan Danang Hartanto dari BPBD Banyuwangi. (Pra)

Latest Posts

spot_img
spot_img

DIKSI POPULER