Kamis, Juni 4, 2026
spot_img

DIKSI UPDATE

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Kaliwates: 18 Murid TK Alami Gejala, Satgas Rekomendasikan Penutupan SPPG Mitra Kaliwates 7

JEMBER, Diksi.co.id – Insiden medis yang cukup mengejutkan terjadi di wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, pada Kamis (21/5/2026) siang. Sebanyak 18 murid Taman Kanak-Kanak (TK) diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu yang dibagikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini langsung memicu respons cepat dari tim medis dan otoritas satgas setempat guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan darurat yang layak.

Berdasarkan data klinis yang dihimpun hingga Kamis malam, dari total 18 anak yang bergejala, tingkat keparahan kondisi korban bervariasi. Sebanyak empat anak terpaksa harus menjalani perawatan intensif atau opname di rumah sakit terdekat karena mengalami dehidrasi akibat gejala mual dan muntah yang cukup parah. Sementara itu, dua anak lainnya masing-masing dirawat di Puskesmas Kaliwates dan Puskesmas Jember Kidul. Untuk 12 anak sisanya, tim medis menyatakan kondisi mereka cukup stabil sehingga diperbolehkan menjalani rawat jalan di rumah dengan pemantauan berkala dari orang tua.

Dari hasil penelusuran rekam jejak logistik di lapangan, pasokan makanan yang diduga kuat menjadi pemicu keracunan massal ini berasal dari unit dapur umum Satuan Pelayanan Pembuat Gizi (SPPG) Mitra Kaliwates 7, yang beroperasi di kawasan Jalan Teratai. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel makanan oleh dinas kesehatan untuk diuji di laboratorium guna memastikan jenis kontaminan atau bakteri yang terkandung di dalamnya.

Merespons kejadian ini, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember langsung mengambil sikap tegas tanpa kompromi. Kasatgas MBG yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan bahwa keselamatan anak-anak adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan program nasional ini.

“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut. Langkah ini harus diambil demi keselamatan anak-anak kita. Dari catatan evaluasi kami, SPPG Mitra Kaliwates 7 ini sebenarnya sudah beberapa kali mendapatkan peringatan keras dari tim pengawas. Kinerja dan higienitas mereka kerap menjadi bahan keluhan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan resmi ‘Wadul Guse’. Kejadian siang ini adalah batas toleransi terakhir,” ujar Achmad Imam Fauzi saat memberikan keterangan pers pada Kamis malam.

Fauzi menambahkan bahwa sebagai langkah preventif jangka pendek, Satgas MBG melalui jaringan lintas institusi akan bergerak proaktif. Mulai Jumat pagi, tim gabungan akan menyisir dan melakukan pengecekan mendadak (sidak) terhadap standardisasi sanitasi dapur-dapur penyedia MBG di setiap kecamatan di Jember. Hal ini dilakukan demi mendeteksi dini kelayakan sarana memasak dan mencegah tragedi serupa terulang kembali di sekolah lain.

Di sisi lain, Bupati Jember secara terpisah menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas kelalaian pihak penyedia yang mencederai program mulia ini. Beliau menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para korban dan orang tua murid atas ketidaknyamanan serta kepanikan yang terjadi. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan korban dan berharap peristiwa ini menjadi evaluasi total sekaligus yang terakhir kalinya terjadi di wilayah Jember. Hingga saat ini, proses investigasi mendalam bersama kepolisian setempat masih terus berjalan di lokasi dapur SPPG terkait.

Latest Posts

spot_img
spot_img

DIKSI POPULER