Jumat, Juni 5, 2026
spot_img

DIKSI UPDATE

Dhafir Apresiasi Kejari Usut Rasuah Traktor

Diksi.co.id, Bondowoso | Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Bondowoso, Selasa (21/2/2023).

Kedatangan politis PKB ini tak lain sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada jaksa agar mengusut tuntas kasus dugaan  korupsi traktor hingga membawa ke persidangan.

Bahkan Dhafir juga meminta agar jaksa mengusutnya sejak awal pemerintah memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) hingga tahun 2022.

Kedatangan Dhafir ke kantor kejaksaan ini juga sebagai penegas bahwa ia tidak terlibat dalam dugaan kasus rasuah tersebut

Sebagai informasi beberapa waktu lalu tersebar sejumlah nama termasuk nama Dhafir, ikut bertanggung jawab atas persoalan pemberian traktor kepada kelompok masyarakat (pokmas) tahun anggaran 2017-2018 senilai sekitar Rp 23 miliar dengan jumlah traktor sebanyak 36 traktor roda empat.

Ketua DPRD Bondowoso  Ahmad Dhafir (kanan) saat berfoto dengan Kajari  Puji Tri Asmoro usai menyapaikan apresiasinya mendukung Kejari Bondowoso mengusut semua kasus rasuah atau korupsi terutama kasus pinjam pakai traktor senilai Rp. 23 miliar, Selasa (21/2/2023).(diksi.co.I’d/lis)

“Tidak hanya yang tahun 2017-2018. Usut semua sejak pertama ada bantuan alsintan hingga saat ini. Ambil ditanya dinas pertanian.

Jika ada keterlibatan saya, jika pernah saya minta uang kepada pokmas, saya siap mengembalikan dan siap langsung di borgol. Semua ini saya lakukan dengan datang ke kejaksaan sebagai bentuk dukungan juga demi menjaga harga dan martabat saya sebagai ketua partai dan juga menjaga nama baik keluarga, ” katanya.

Dafir mengaku sangat mengapresiasi langkah kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ia juga meminta masyarakat dan LSM untuk bahu membahu memberikan dan mensupport data kepada penyidik Kejaksaan Negeri Bondowoso

Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik, Subhan mengatakan fitnah yang diarahkan ke Dafir tidak hanya saat ini saja.

Sudah berkali kali termasuk ketika 2018 lalu Ji Dhafir panggilan akrabnya, merasakan pahitnya fitnah kepada dirinya.

Beberapa waktu yang lalu pun politikus gaek itu juga difitnah terkait dengan pernyataannya terkait jual beli jabatan hingga ia dilaporkan ke polisi. Namun seluruh fitnah keji itu tak terbukti sama sekali.

“Tetapi jika fitnah itu digoreng dan tidak dihentikan maka masyarakat akan mengira jika semua itu adalah benar. Maka langkah Dafir datang ke kejaksaan itu sudah benar,” kata Subhan.

Dari peneluusuran traktor yang penggunaannya dengan pinjam pakai itu, banyak yang diperjual belikan. Bahkan ada yang dijual hingga Bali dan Lampung.

Padahal traktor senilai Rp 600 juta per unit itu masih manjadi aset Pemkab Bondowoso.(Lis)

Latest Posts

spot_img
spot_img

DIKSI POPULER