Kamis, Juni 4, 2026
spot_img

DIKSI UPDATE

Bupati: Kualitas Klengkeng Jemsu Bersaing dengan Thailand

Diksi.co.id, Jember | Tim verifikasi bersama Bupati Hendy Siswanyo lakukan peninjauan lapangan usulan tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan Wirakarya bidang pertanian. Salah satu lahan pertanian yang dikunjungi sebuah kebun klengkeng di Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur,  pada Rabu (12/4/2023) siang.

Petani Sujari tampak sumringah saat kebunnya dikunjungi Bupati Hendy siang itu.

Sujari kemudian malah mengantar bupati keliling kebungnya.”Mari Pak Bupati, silahkan dilihat. Klengkeng Jemsu milik kami sudah berbuah lebat. Buahnya lebih besar dan lebih manis daripada klengkeng biasanya,,” tuturnya.

Melihat buah klengkeng yang digadang menjadi buah ikonik dari Jember itu berbuah lebat, Ji Hendy nampak gembira. Klengkeng andalan ini menurutnya bisa bersaing dengan klengkeng luar negeri.

“Terbukti, Klengkeng Jemsu ini sudah bisa bersaing dengan klengkeng di Thailand. Baik ukuran, harga, dan rasanya,” tegas bupati.

Pemkab Jember menurut Hendy juga bakal mengembangkan klengkeng Jemsu dengan menyiapkan sejumlah lahan untuk penanaman klengkeng itu.

Bupati Hendy Siswanto saat kunjungi lahan pertanian yang dikunjungi sebuah kebun klengkeng di Desa Semboro, Kecamatan Semboro pada Rabu (12/4/2023) siang.(diksi.co.id/rc)

“Ini merupakan salah satu produk nyata. Harapan kami, Jemsu bisa ditanam untuk satu rumah satu Jemsu,” paparnya. Kalau terjadi, hal itu akan mendongkrak perekonomian Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya masyarakat Jember.

Lebih lanjut, bupati juga mengungkapkan keunggulan lain. Yakni, panen Jemsu bisa diatur. “Ada teknologi dari Dr. Teguh, ada satu formulasi yang dipakai melalui pupuk cair. Jadi,  bisa mengatur pertumbuhan termasuk panennya,” ulasnya. Bahkan, sebanyak 2 – 3 panen dalam setahun.

Terkait pemenuhan bibit satu rumah satu Jemsu, bupati bakal terus memantau perkembangan Klengkeng Jemsu yang ada di sejumlah titik seperti Semboro dan Jombang.

“Ada 300 komunitas, nanti kita ambil sebagian untuk disebarkan lagi,” katanya. Untuk menyebarkan bibit, tentunya tidak bisa setahun atau dua tahun. “Mungkin sampai 5 tahun ke depan kita harus tetap konsisten, kita kembangkan terus. Pelan, tapi pasti,” tandasnya.(rc)

Latest Posts

spot_img
spot_img

DIKSI POPULER