Diksi.co.id, Jember | Desakan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur dan PMI Pusat untuk segera melakukan audit terhadap PMI Cabang Jember mulai muncul. Penyebabnya organisasi kemanusiaan tersebut kondisinya sangat tidak baik sejak dipimpin Mohammad Thamrin.
Berbagai dugaan penyimpangan manajemen dan tidak adanya transparansi keuangan di tingkat cabang Jember mencuat ke publik. Terutama PMI Cabang Jember yang melangkahi kewenangan PMI Pusat dengan menyusun dan mengesahkan Peraturan Organisasi (PO) tanpa melalui persetujuan rapat pleno pengurus.
Permintaan audit ini disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang merasa prihatin dengan kondisi organisasi yang berdiri di Kabupaten Jember sejak tahun 1975 itu. Mereka menyoroti beberapa dugaan penyimpangan, mulai dari penggunaan dana donor darah yang tidak transparan, hingga masalah internal organisasi yang berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Kami meminta PMI Provinsi Jawa Timur dan PMI Pusat untuk turun tangan langsung mengaudit PMI Jember. Ini penting untuk memastikan bahwa setiap dana yang masuk digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Aep Ganda Permana, Jumat, (15/8/2025).

Tuntutan audit ini tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga pada tata kelola organisasi secara keseluruhan. Diharapkan, melalui audit ini, akan ada perbaikan signifikan yang dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap PMI Jember. “Masyarakat Jember berhak tahu ke mana saja dana yang mereka sumbangkan,” ungkap salah satu pria yang juga berprofesi sebagai pengacara di Kabupaten Jember ini.
Menurut Aep, pengelolaan dana PMI Kabupaten Jember sangat tidak transparan. “Hasil investigasi kami yang tahu persis pengelolaan keuangan PMI hanya Ketua PMI Cabang Jember M Thamrin dan beberapa pengurus lainnya. Sebagian besar pengurus malah tidak tahu menahu kondisi keuangan PMI Cabang Jember, apalagi karyawan sama sekali tidak tahu,” ungkap Aep Ganda Permana.
Bahkan, menurut Aep, pihak Unit Tranfusi Darah (UTD) sebagai pihak yang menghasilkan dana juga tidak tahu. “Saya baru dapat informasi manajemen UTD tidak tahu menahu soal keuangan. Pengadaan barang dan peralatan UDD juga dikuasai ketua PMI Cabang Jember dan kronisnya di kepengurusannya,” ujarnya.(guh/ary)



