Kamis, Juni 4, 2026
spot_img

DIKSI UPDATE

Tak Transparan, Ketua PMI Jember Diduga Sembunyikan Borok Korupsi

Diksi.co.id, Jember | Borok kepempimpinan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jember M Thamrin semakin banyak yang tersebar ke publik. Paling anyar soal borok pengelolaan dana di lembaga kemanusiaan itu.

Bau busuk dugaan penyimpangan menjadi sorotan masyarakat dan sejumlah pihak. Ketidaktransparanan pengelolaan keuangan memperkuat kecurigaan publik kepada pengurus.

Sejak  PMI Cabang Jember dipimpin M Thamrin  tidak terbuka terhadap banyak hal. Terutama terkait pendapatan yang diperoleh dari hasil “jual” darah dan penggunaan dananya.

Meski pada beberapa laporan resmi PMI Jember mengusung semangat pengelolaan keuangan yang transparan dan menerapkan satu manajemen yang terkontrol untuk mengurangi beban hutang, kenyataan di lapangan justru memperkuat kecurigaan publik terhadap tata kelola dana.

Aep Ganda Permana yang beberapa saat ini getol menyoroti banyaknya pelanggaran di PMI Cabang Jember, menilai terpilihnya Thamrin adalah bentuk kecelakaan sejarah bagi lembaga tersebut. Pasalnya sejak masih aktif sebagai pejabat pemerintah, Thamrin dikenal sebagai pejabat yang buruk terkait keuangan.

“M Thamrin ini selama ini meninggalkan jejak tidak jauh beda. Saat menjadi kepala dinas di beberapa OPD di Pemkab Jember juga punya karakter yang tidak jauh beda soal keuangan,” ujar Aep Ganda Permana, Jumat (18/7/2025).

Aep mengaku dirinya makin banyak mendapatkan informasi tentang kondisi internal PMI Cabang Jember. Thamrin makin merajalela tak ada kontrol dari masyarakat luas.

Hal ini diperparah oleh keterbatasan akses masyarakat terhadap informasi lengkap terkait penggunaan anggaran dan adanya dugaan manipulasi dalam administrasi keuangan.

Polemik ini semakin menguat karena pihak internal tidak banyak yang tahu, termasuk pengurus sendiri terhadap kondisi keuangan PMI Cabang Jember. Aep kemudian membandingkan dengan pengurus sebelumnya.

“Pada kepengurusan sebelumnya transparan soal keuangan PMI. Pegawai yang terkait keuangan bisa tahu kondisi keuangan PMI. Saat ini hanya segelintir pengurus yang tahu,” ujarnya.

M Thamrin (tengah) bersama Pengurus PMI Cabang Jember.(diksi.co.id/guh/Ary)

Padahal, masih menurut pria berprofesi sebagai pengacara itu, PMI Cabang Jember punya 15 pengurus yang seharusnya mendapatkan informasi detail soal keuagan PMI.

“Saya juga dapat info ada indkasi ketakutan dari Ketua PMI kalau keuangan PMI terbuka sehingga dapat dengan mudah dibongkar jika ada praktik penyimpangan,” ujarnya.

Bahkan, dengan sederhana Aep mengkalkulasi dengan harga Rp 490 ribu tiap kantong dengan perolehan rata-rata 3.500 katong tiap bulan maka pendapat PMI cabang Jember berada dalam kisaran Rp 1,7 miliar.

“Kalkulasi saya untuk operasional PMI cabang Jember tidak sampai Rp 1 miliar sehingga masih ada sisa Rp 700 juta. Dari Rp 700 juta untuk membayar hutang berjalan anggap saja Rp 200 juta maka masih ada sisa Rp 500 juta tiap bulan, terus kemana sisa dananya?,” ujarnya.

Sedangkan kegiatan PMI Cabang Jember mengalami degradasi sangat jauh dibandingkan kepengurusan sebelumnya yang sangat massif dengan harga darah waktu itu masih Rp 360 ribu tiap kantongnya.

Agar kondisi cepat membaik, Aep menyarankan internal lembaga tersebut harus cepat melakukan pergantian ketua yang terbukti gagal memimpin PMI Cabang Jember.

” Ibarat ikan kalau busuk kepalanya seluruhnya akan cepat membusuk. Makanya kalau PMI Cabang Jember ingin kembali menjadi lembaga kemanusiaan yang bersih berintegrasi dan profesional ganti saja ketuanya,” pungkasnya.(guh/ary)

Latest Posts

spot_img
spot_img

DIKSI POPULER