Diksi.co.id, Jember | Sejak awal tahun 2025 ada kenaikan harga darah di PMI Cabang Kabupaten Jember dari Rp 360 ribu menjadi Rp 490 ribu perkantongnya. Namun besarnya kenaikan harga darah ini tak berbanding dengan kegiatan PMI Cabang Kabupaten Jember yang terbilang minim.
Ironisnya yang mengalami kenaikan justru kenaikan cukup signifikan gaji Ketua PMI Cabang Jember M Thamrin. Bahkan gaji Thamrin lebih besar dari gaji Bupati dan Wakil Bupati.
Gaji ketua dan pengurus PMI Cabang Jember dikabarkan naik 100 persen lebih, sedangkan gaji pegawai PMI Cabang Jember hanya mengalami kenaikan kisaran Rp 50 ribu.
Kecurigaan publik kemudian muncul. Masyarakat menduga ada penyimpangan dalam pengelolaan dana PMI cabang Jemebr sejak dipimpin M Thamrin sebagai ketua. Apalagi, sejak dipimpin Thamrin pengelolaan dana tidak transparan.

Malah sempat ada informasi beredar di media sosial dugaan dana mengalir ke kesultaan Jompo, saat Hendy Siswanto menjadi Bupati Jember. Ada informasi M Thamrin menjadi ketua PMI Cabang Jember karena istrinya, Diana Kabag Ekonomi Pemkab Jember saat itu sangat dekat dengan KF, ketua PKK Jember.
Saat itu, Diana tercatat sebagai sekretaris PKK Kabupaten Jember. Berkat kedekatan itulah kemudian Thamrin menjadi ketua Cabang PMI Jember. Bisa jadi ada kompensasi ke kesultanan Jompo juga untuk menduduki jabatan ketua PMI Cabang Jembr.
Bahkan, diduga honor pengurus sejak ada kenaikan darah dari Rp 360.000 menjadi 490.000 naik fantastis. Para pengurus Cabang PMI Jember mengalami kenaikan honor sangat signifikan dari lima ratus ribu sampai jutaan rupiah. Bahkan, gaji ketua PMI Kabupaten Jember M Thamrin diduga tembus diatas angka Rp 10.000.000.
Sebaliknya, puluhan karyawan Cabang PMI Jember hanya mendapatkan “berkah” kenaikan kisaran 50 ribuan. Hal ini tak luput dari perhatian Aep Ganda Permana, pengamat public Jember yang lag getol mengkritisi kinerja PMI Cabang Jember saat ini. “Saya telah membaca hasil investigasi LSM AMPJ yang juga sempat membongkar dugaan penyimpangan di PMI Cabang Jember,” kata Aep Ganda Permana.
Menurut dia, selama kepemimpinan Thamrin sekitar tiga tahun ini kegiatan sangat minim. “Menurut LSM AMPJ pengurus sebelumnya hampir tiap minggu ada kegiatan. Kalau sangat minim,,inikan sangat miris sekali,” ujarnya.
Sebaliknya banyak sekali program Cabang PMI Jember yang banyak dirasakan masyarakat kini diberangus. Antara lain pelayanan mobil penazah gratis untuk warga Jember. Pelayanan fogging gratis, juga souvenir bagi orang yang ikut kegiatan donor darah sukarela di Alun-alun saat Ramadan juga ditiadakan.(guh/ary)



