3. Ayam Utuh –Kemakmuran
Penybutan kata atau homofon untuk ji (吉, berarti ‘keberuntungan’ dan ‘kemakmuran’). Itulah satu hal yang membuatnya menjadi hidangan selamat datang di makan malam reuni. Ayam biasanya disajikan utuh – termasuk kepala dan kaki – untuk melambangkan ‘kesatuan’ dan ‘keutuhan’, sekaligus menandakan ‘awal dan akhir yang baik’ untuk tahun ini.
Ayam biasanya direbus atau dipanggang untuk hidangan reuni dengan bahan sederhana seperti jahe atau kedelai. Secara tradisional, ayam utuh pertama kali dipersembahkan kepada leluhur dan dewa untuk berkah dan perlindungan.
Sangat menarik bahwa kaki ayam biasanya dimakan oleh pencari nafkah dalam keluarga, karena mereka dapat membantu mereka ‘meraih’ kekayaan (kata ‘ambil’ adalah homofon dari ‘cakar’ ayam).
4.Kue Tahun Baru Imlek — Penghasilan atau Posisi Lebih Tinggi.
kue beras ketan (年糕 Niángāo /nyen-gaoww/) adalah makanan keberuntungan yang dimakan pada malam tahun baru Imlek. Dalam bahasa Tionghoa, kue beras ketan terdengar seperti artinya “semakin tinggi dari tahun ke tahun”. Dalam benak orang Tionghoa, ini berarti semakin tinggi Anda, semakin makmur bisnis Anda merupakan peningkatan umum dalam hidup. Bahan utama niangao adalah ketan, gula, chestnut, kurma Cina, dan daun teratai.
5. Lumpia –Melambangkan untuk emas
Lumpia (春卷 Chūnjuǎn /chwnn-jwen/) mendapatkan namanya karena secara tradisional dimakan selama Festival Musim Semi. Ini adalah hidangan Tahun Baru Cina yang sangat populer di Cina Timur: Jiangxi, Jiangsu, Shanghai, Fujian, Guangzhou, Shenzhen, Hong Kong, dll.
Lumpia adalah hidangan dim sum Kanton berupa gulungan berbentuk silinder yang diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis. Isiannya dibungkus dengan pembungkus adonan tipis, lalu digoreng, saat lumpia diberi warna kuning keemasan.
Ungkapan Keberuntungan untuk Makan Lumpia
黄金万两 (hwung-jin wan-lyang/): ‘Satu ton emas’ (karena lumpia goreng terlihat seperti batangan emas) — keinginan untuk kemakmuran.
Lanjut ke halaman berikutnya —>



