Kamis, Agustus 20, 2026
spot_img

DIKSI UPDATE

Sembunyikan Sabu Di Kelamin, Pengunjung Wanita Dicokok Petugas Lapas Banyuwangi

Diksi.co.id Banyuwangi – Sungguh apes nasib PW, maunya kelabui petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi, menyembunyikan sabu diarea sensitifnya. Namun berhasil dibongkar Petugas, Kamis (20/8/2026).

Kedatangan PW ke Lapas Banyuwangi untuk menjenguk suaminya yang masih menjalani masa pembinaan. Sayangnya, tipuan yang dilakukan PW itu mampu dibongkar oleh anggota Lapas Banyuwangi

Foto : PW pengunjung Lapas Banyuwangi yang kedapatan membawa sabu disembunyikan diarea sensitifnya
saat diperiksa petugas Lapas, Kamis (20/8/2026) (diksi.co.id/Gito)

.Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, menjelaskan bahwa kecurigaan petugas bermula saat petugas meraba di area sensitif pengunjung.

“Petugas menemukan keberadaan tali yang mengganjal saat meraba area sensitif PW. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tali tersebut ternyata terhubung dengan benda asing yang dimasukkan ke dalam organ vitalnya,” ujar Solichin.

Berdasarkan interogasi awal, PW mengakui barang berbahaya tersebut dibawa atas pesanan sang suami. Pihak lapas kemudian memanggil DI untuk dimintai keterangan bersama PW.

Saat bungkusan berbalut plastik tersebut dibuka di hadapan keduanya, petugas menemukan 5 klip plastik berisi serbuk kristal putih diduga kuat narkotika jenis sabu, serta 4 klip obat terlarang.

“Di dalam platik itu kami temukan ada 9 klip, 5 klip kami duga dan kami curigai merupakan narkotika jenis sabu, sedangkan 4 klip lainnya berupa obat obatan ilegal,” ungkap Solichin.

Pasangan suami istri tersebut tidak dapat mengelak dan mengakui bahwa aksi penyelundupan ini telah direncanakan sebelumnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak Lapas Banyuwangi langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Banyuwangi. PW beserta seluruh barang bukti kini telah diserahkan ke Polresta Banyuwangi guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Sementara itu, DI langsung dijebloskan ke dalam sel khusus (strafcell) untuk mempermudah pemeriksaan lanjutan.

Solichin menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti komitmen tegas jajarannya dalam memberantas peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Pihaknya tidak akan memberikan toleransi sekecil apa pun kepada siapa saja yang nekat terlibat.

“Kami tegas melakukan perang terhadap peredaran gelap narkoba, untuk itu kepada siapapun yang terlibat akan kami serahkan kepada pihak yang berwajib,” pungkasnya. (Git)

Latest Posts

spot_img
spot_img

DIKSI POPULER