Diksi.co.id, Jombang – Berbagai cara unik dilakukan untuk menyambut dan memberikan kenyamanan bagi para peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Salah satu aksi simpatik ditunjukkan oleh jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Selain mendirikan posko pengobatan umum di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, tim relawan dari Bumi Tembakau ini juga menghadirkan inovasi pelayanan berupa fasilitas relaksasi pijat gratis yang dikhususkan bagi para muktamirin yang mengalami kelelahan fisik.
Sekretaris PMI Jember, Ghufron Eviyan Efendy, mengungkapkan bahwa inovasi layanan non-klinis ini didasari oleh analisis kebutuhan di lapangan. Pihaknya menyadari bahwa banyak peserta muktamar yang menempuh perjalanan sangat jauh, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, dari luar kota hingga luar pulau Jawa. Durasi perjalanan yang panjang ditambah dengan padatnya agenda persidangan muktamar tentu menguras energi para peserta. Oleh karena itu, kehadiran fasilitas relaksasi berupa pijat gratis ini diharapkan mampu memulihkan kebugaran dan stamina para peserta secara cepat.
Layanan relaksasi ini terbukti langsung diserbu oleh para muktamirin yang mengantre di posko PMI Jember di sela-sela waktu istirahat sidang. Para sukarelawan yang memiliki keahlian khusus di bidang terapi fisik dikerahkan secara bergantian untuk memijat bagian tubuh peserta yang pegal dan kaku. Ghufron menambahkan, pemulihan kebugaran non-medis ini sangat krusial untuk menjaga konsentrasi dan ketahanan fisik para tokoh agama serta utusan pengurus cabang NU selama mengikuti jalannya forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi tersebut.
Tidak hanya berkonsentrasi pada pemenuhan layanan mandiri di poskonya, PMI Jember juga memperluas dampak kemanusiaannya melalui strategi kemitraan lokal. Guna mengoptimalkan potensi kemanusiaan di area muktamar, PMI Jember menggandeng pihak tuan rumah, yaitu PMI Kabupaten Jombang. Kedua lembaga ini berkolaborasi secara taktis untuk menggelar kegiatan donor darah massal. Aksi donor darah ini dipusatkan di sebuah area strategis yang tidak jauh dari pusat pelaksanaan muktamar, sehingga mudah dijangkau oleh para pengunjung yang ingin mendonorkan darahnya.
Kolaborasi donor darah lintas kabupaten ini sengaja diinisiasi untuk memanfaatkan momentum berkumpulnya jutaan warga Nahdliyin di Jombang. Melalui aksi ini, PMI berharap dapat menjaring kantong-kantong darah baru guna memperkuat ketersediaan atau stok darah nasional yang seringkali mengalami kekurangan. Para pengunjung muktamar menyambut baik kegiatan ini, terbukti dengan banyaknya warga yang secara sukarela mendaftarkan diri menjadi donor di tengah kemeriahan suasana muktamar.
Hadirnya layanan gabungan antara posko medis, pijat relaksasi gratis, hingga aksi donor darah ini mendapat apresiasi positif dari jajaran panitia dan peserta Muktamar ke-35 NU. Sinergi yang dibangun oleh PMI Jember bersama PMI Jombang menunjukkan bahwa misi kemanusiaan dapat dikemas secara adaptif dan kreatif sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Lewat pengabdian tanpa batas ini, seluruh personel sukarelawan PMI berkomitmen penuh menjaga kenyamanan para tamu kiai dan muktamirin hingga seluruh perhelatan akbar tersebut ditutup secara resmi.



